Langsung ke konten utama

Catatan Seorang Perantau : Sempatkan diri, Tidurlah


21 Oktober 2018
Sempatkan Diri, Tidurlah

Ada 2 kenikmatan seorang Mahasiswa perantau
Mendapat uang transfer & tidur dengan tenang kapanpun dia mau
Kali ini mungkin aku akan membahas tentang tidur

Tidur memang benarlah suatu kenikmatan. Mungkin kalian berpikir kenapa aku memilih kata-kata "Tidur" dibandingkan "Istirahat". 

Tentu aku sendiri sudah memiliki jawabannya

Istirahat bukanlah sesuatu yang spesial. Merenggangkan badan saat di kelas sudah termasuk istirahat. Beribadah ketika waktu sudah masuk, masih merupakan istirahat, bahkan ketika kalian membaca postingan ini pun sebenarnya kalian sedanglah beristirahat.

Lalu apa yang membedakan hal itu dengan tidur?

Bagiku, tidur bukanlah sekedar memejamkan mata dan membaringkan badan. Tidur adalah bekerja. Bekerja otomatis, dengan berbahan kehidupan dan pengalaman kita sendiri, yang secara otomatis pula diolah menjadi sebuah serangkaian cerita baru yang bermana mimpi. Mimpi itu sendiri bukan hanya sebuah khayalan dan karangan belaka. Mimpi yang terlihat nyata bisa menjadi pertanda atau menjadi rencana yang dapat kita gapai pada dunia nyata. Bahkan mimpi yang terlihat bagaikan fantasi dapat kita tuangkan menjadi sebuah cerita.

Aku sendiri kini sedang mengerjakan suatu project pada media Wattpad pada link ini https://www.wattpad.com/user/SirAngl  

Lalu apakah berari Tidur jauh lebih baik daripada Istirahat?

Dengan istirahat kita memang dapat melakukan intropeksi diri akan hal yang telah kita lakukan. Dengan istirahat kita bisa sejenak menghentikan aktifitas yang kita lakukan dan melakukan apa yang kita inginkan

Namun denga tidur

Kita masuk ke dunia yang berbeda

Kita masuk ke dunia yang dimana kita bisa berinteraksi langsung dengannya

Kita masuk, kedalam diri kita yang sebenarnya

Dunia kita sendiri, yang tentu kita nikmati sendiri

Bukanlah itu adalah hal yang sangat mengagumkan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Harian : Ketemu Jodoh Di Bandara

Jadii ceritanya itu aku baru balik dari nganter temenku pulang. Yaaah walau emang “nganter” bukanlah kata-kata yang tepat karena akhirnya dia-lah yang menyetir kendaraannya selama perjalanan, namun setidaknya dapat menemaninya berbincang mengisi waktu di perjalanan yang ternyata memang tidak pernah cukup walau kami sudah bertemu seharian. Abis itu, aku memutuskan untuk balik ke kontrakanku dengan menggunakan jasa ojek online yang udah ada tersebar di hampir seluruh bagian Surabaya, dann tidak lama kemudian masuklah notif jika sudah ada orang yang menerima orderanku “Sesuai aplikasi ya tempatnya mas” “Siap pak” Tidak lama kemudian dating sang bapak ojek online di hadapanku, dengan ramahnya dia memberikanku helm lalu mulai memacu kendaraannya. Setelah itu mulai terjadi perbincangan seperti berikut “Mas disini kuliah atau udah kerja?” “Masih kuliah pak hehe, sambil mikir alhamdulilah udah ada yang doain hahaha “Oooh, kuliah dimana mas?” “Psikologi Unair pak” “Oooh...

Pojok Sastra : Perputaskaan Sajak

Jadi karena saya bukan tipikal yang seulet itu bikin sajak panjang, semua sajak bakal selalu di post di artikel ini dengan jangka update sesuai mood saya sendiri haha Seringlah mampir, barangkali ada saja yang baru disini ============================================= Kertas Putih Kamu bagaikan penulis handal yang mentorehkan tintanya diatas tubuhku. Menuliskan kisah luar biasa yang belum pernah aku rasakan, menikmati setiap goresannya walau tubuh ini kadang terluka memang resiko yang aku ambil sejak awal. Tak terasa tinta pena tersebut akan habis, lalu pergi untuk sesaat. Kamu kembali membawa tinta yang jauh lebih indah dari sebelumnya, bersama sebuah kertas baru yang aku rasa memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dariku. Tapi tak apa, aku bersyukur kamu masih menyimpanku didalam rak bukumu. Walau aku tahu kamu sedang menuliskan kisah lain yang jauh lebih indah disana. Aku tetap percaya suatu saat kau akan kembali ketika kamu merasa jenuh. Mengambil kertas us...

Catatan Seorang Perantau : Malam Hujan, Sendiri dalam Ramai

3 Maret, 2018 Malam Hujan, Sendiri dalam Ramai Hujan turun di malam Surabaya. Cukup deras namun tak berangin. Aku duduk di tepi balkon salah satu restoran fast food di pinggiran kota Surabaya. Berbagai macam pemandangan dapat aku lihat dari sini, Dari drama beberapa orang yang merayakan ulan tahun temannya, remaja dan pasangan yang bermalam minggu ria bermodal minuman serta 2 buah burger dan kentang goreng, sebuah keluarga bersama 3 orang anak yang berbahagia melahap 2 potong ayam tepung dengan lahapnya, serta beberapa orang yang berduyun-duyun datang hanya sekedar berteduh dari hujan yang datang tanpa diduga ini. DIsini aku duduk sendiri menulis cerita ini ditemani French fries dan segelas McFloat cola yang sebenarnya tak sengaja ku pesan.   Jika kalian bertanya mengapa aku menulis cerita ini, aku sendiri pun tidak tahu alasan yang tepat. Hampir seharian ini aku tertidur pulas di kamar kontrakanku yang berada dekat salah satu kampus unggulan di negeri ini dan akh...